Generasi Milenial LDII Komitmen Menjaga Ideologi Pancasila

Menyikapi mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi milenial, maka pada hari Minggu 21 Juli 2019, DPD LDII Kabupaten Pamekasan menggelar seminar dengan tajuk "Pembudayaan Nilai - Nilai Pancasila pada Era Generasi Milenial" bertempat di pendopo agung ronggosukowati Pamekasan.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan Laporkan Hasil Rakernas Ke Bupati Kab. Pamekasan

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim kepada bupati terpilih Kab. Pamekasan yang baru H. Baddrut Tamam, S.Psi sekaligus melaporkan hasil dari Rakernas LDII

Peringati Hari Bumi, LDII Tanam Pohon Menuju Pamekasan Sehat

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2019, Pimpinan Cabang LDII Pademawu bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Forum Pamekasan Sehat dan Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) mengadakan kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Raya Pademawu Pamekasan.

Warga LDII Se-Madura Kompak Semarakan Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di gedung PKPRI Trunojoyo Jalan Rajawali, Kab. Sampang pada Sabtu, 13 April 2019.

Menjelang Ramadhan, PAC LDII Patemon Latih Peduli Sesama dengan Donor Darah

Rabu, 1 Mei 2019 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Patemon bekerja sama dengan PMI Cab Pamekasan bagian Unit Transfusi Darah menggelar acara donor darah dengan mengusung tema "Setetes Darah Kita Berarti Untuk Mereka".

26 Desember 2018

Remaja LDII Pamekasan dan Sampang Ikut Kampanyekan Perda Surabaya dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan


Remaja LDII Pamekasan dan Sampang mengadakan kegiatan wisata akhir tahun ke objek wisata Atlantis Land Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2018. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh LDII Kab. Pamekasan dan Sampang sebagai ajang refreshing serta untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama remaja LDII. 

Rombongan diberangkatkan dari Pamekasan menggunakan bus yang telah disediakan oleh panitia. Kegiatan yang diikuti oleh 110 orang ini berjalan meriah, terlihat para peserta sangat antusias dalam mencoba berbagai wahana yang tersedia di Atlantis Land Surabaya. 

Disela-sela kegiatan wisata, para remaja LDII juga ikut mengkampanyekan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Alfan Anshori, S.H selaku ketua panitia mengarahkan agar para seluruh peserta dapat mendukung Perda di Surabaya terkait penanggulangan sampah. Salah satunya dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dimanapun berada guna terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Arahan tersebut kemudian direspon dengan baik oleh para peserta. Terlihat seusai acara makan bersama, seluruh remaja LDII mengumpulkan sampah box seusai makan dan dibuang pada tempatnya. 

       

Dengan ini panitia berharap dapat menjadi pembelajaran yang positif sehingga dapat menciptakan karakter pribadi yang baik pada remaja LDII khususnya. (Dewi)

01 November 2018

LDII Kab. Pamekasan Hadiri Dialog Lintas Agama Se-Madura


Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Pamekasan mengadakan dialog lintas agama se-Madura yang dilaksanakan di Gedung PKP-RI yang berlokasi di Jl. Kemuning No.2, Kab. Pamekasan pada Sabtu, 27 Oktober 2018. 

Dialog lintas agama se-Madura kali ini, dihadiri oleh perwakilan FKUB dari empat kabupaten di Madura, yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep dengan mengambil tema “Semangat Generasi Muda Membangun Kerukunan Umat Beragama dan Karakter Bangsa yang Berakhlaq Mulia”. 

Narasumber yang hadir dalam dialog ini diantaranya KH. Dizawawi Imron (tokoh agama Kab. Sumenep), Kepala Kemenag Kab. Pamekasan dan KH. Abd. Mu’id Khozin (Ketua FKUB).

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang hadir menjadi peserta dalam kegiatan dialog lintas agama ini meliputi ulama dan kyai, tokoh masyarakat, para pemuda dan mahasiswa, TNI, Polri, PMII, HMI, GMII, Muhammadiyah, NU, LDII, IAIN Madura, UIM, Kampus Al-Khairat, Muslimat Fatayat NU, STIEBA dan seluruh pengurus gereja di Kab. Pamekasan. 

Pada kegiatan ini pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan yang hadir diantaranya Ketua DPD LDII Kab. Pamekasan H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., MM., M.Pd, Wakil Ketua DPD LDII Kab. Pamekasan Drs. M. Bakir dan Dewan Penasihat DPD LDII Kab. Pamekasan H. Sunarto Sabata.


Ketua FKUB Kab. Pamekasan KH. Abd. Mu'id Khozin mengatakan bahwa, maksud dan tujuan diadakan acara dialog untuk membangun kerukunan dan harmonisasi antar generasi muda lintas agama untuk mencegah potensi konflik sosial inter dan antar umat beragama sebagai modal membangun kemakmuran, berakhlak dalam kerangka NKRI. 

"Sesuai dengan tema, yaitu memberi semangat dan motivasi kepada para pemuda dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama dikabupaten Pamekasan khususnya dan secara umum diwilayah Madura" terangnya. 

Dalam kegiatan ini para peserta diberikan waktu untuk melakukan tanya jawab dengan para nara sumber seputar budaya dan kerukunan antar umat beragama yang telah terjalin selama ini. Sehingga dengan diadakannya dialog lintas agama ini diharapkan dapat semakin menguatkan kerukunan antar umat beragama yang ada di Madura. (irsyad)

27 Oktober 2018

Warga LDII Pamekasan Ikut Meriahkan Jalan Sehat Sarungan

 
 
Memperingati Hari Santri Nasional yang di tetapkan pada tanggal 22 Oktober 2018, PC NU beserta jajaran Pemkab Pamekasan mengadakan kegiatan Jalan Sehat Sarungan yang diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2018 di lapangan pendopo Ronggosukowati Kab. Pamekasan.

Kegiatan Jalan Sehat Sarungan di ikuti oleh santri dari pondok pesantren yang tersebar di Kab. Pamekasan dan warga umum. Tak ketinggalan warga LDII Pamekasan pun juga turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Bupati Kab. Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi dalam sambutannya mengatakan bahwa senang melihat wajah para santri saat ini yang sudah maju. Banyak santri yang sudah sukses dalam karirnya dan menjadi pejabat. Beliau bercerita bahwa sebelumnya juga pernah menjadi santri hingga saat ini bisa menjabat sebagai bupati. Itu menunjukan bahwa kualitas santri saat ini sudah sangat baik dan terbukti. Menutup sambutannya beliau berharap dari santri yang hadir ini suatu saat juga bisa meniti karir menjadi anggota DPR, bupati, gubernur atau bahkan presiden.

(Foto oleh Humas Protokol Kab. Pamekasan)
Dewi warga LDII Pamekasan yang hadir mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan seperti ini dapat membuat identitas sebagai santri lebih diakui dan dapat mencetak generasi yang memiliki akhlak dan moral yang baik dalam membangun bangsa. Kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahim diantara pengurus dan para santri dari berbagai pondok pesantren yang hadir. (irsyad)

23 Oktober 2018

Ketua LDII PAC Bugih Jalin Silaturahmi dengan Bupati Pamekasan pada Pagelaran Semalam di Madura


Pemkab Pamekasan menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kab. Pamekasan yang ke-488. Berbagai kegiatan seperti festival karapan sapi, festival sapi sonok, festival musik daul, peragaan batik madura dan lain-lainnya dilaksanakan kurang lebih selama sebulan dengan melibatkan masyarakat dari seluruh Madura.

Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 juga digelar pertunjukan seni dan budaya "Semalam di Madura" yang dilaksanakan di Monumen Arek Lancor Pamekasan. Pertunjukan yang mengusung tema "Kemilau Madura" ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Madura dan di buka langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi.

Pertunjukan Semalam di Madura menampilkan kesenian serta budaya yang ada di Madura sebagai salah satu bagian wujud pelestarian dari budaya bangsa Indonesia. Selain itu juga ditampilkan expo produk serta program kerja yang dimiliki oleh dinas-dinas yang ada di Kab. Pamekasan.


Dalam pagelaran tersebut turut hadir ketua LDII PAC Bugih Moh. Amin yang menyempatkan waktunya untuk menjalin silaturahim dengan Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi. Beliau menyampaikan kesiapan LDII untuk terus mendukung dan mensukseskan program kerja pemerintah daerah yang ada di Kab. Pamekasan. (irsyad)

18 Oktober 2018

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan Laporkan Hasil Rakernas Ke Bupati Kab. Pamekasan


Jajaran pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan melakukan kunjungan ke kediaman Bupati Pamekasan yang terletak di Jalan Kabupaten pada Senin, 15 Oktober 2018. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim kepada bupati terpilih Kab. Pamekasan yang baru H. Baddrut Tamam, S.Psi sekaligus melaporkan hasil dari Rakernas LDII yang telah dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2018 di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dalam kunjungannya pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan diwakili oleh Ketua DPD LDII Kab. Pamekasan H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., MM., M.Pd, Dewan Penasihat DPD LDII Kab. Pamekasan H. Sunarto Sabata dan Sekretaris DPD LDII Kab. Pamekasan Rofik Sutami Yunus, S.Pd. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi di kediamannya.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan melaporkan bahwa dalam Rakernas LDII tahun 2018 telah menghasilkan 8 gagasan program kerja yang akan dilaksanakan oleh LDII kedepannya dalam rangka ikut membantu pemerintah. Meliputi wawasan kebangsaan, prinsip dakwah dan akhlak bangsa, pendidikan karakter, pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, pengembangan pengobatan herbal, pemanfaat teknologi digital produktif serta pemanfaatan energi terbarukan. Beberapa aspek gagasan tersebut juga sudah lebih dahulu dikembangkan, seperti pemanfaatan teknologi sollar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya yang telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pondok-pondok binaan LDII. Dalam Rakernas LDII tahun 2018 juga dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto yang ikut memberi pembekalan serta arahan kepada seluruh perwakilan pengurus LDII yang hadir.


Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi menyambut positif kunjungan pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan ini. Beliau juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu secara langsung dengan seluruh jajaran pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan. Kedepannya beliau berencana mengajak ormas-ormas islam seperti LDII, NU dan Muhammadiyah dapat duduk bersama dalam sebuah forum untuk membahas isu strategis khususnya yang ada di Kab. Pamekasan. Sehingga bisa terjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara Pemkab dan masyarakat.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan juga mengucapkan selamat atas terpilihnya H. Baddrut Tamam, S.Psi sebagai Bupati Kab. Pamekasan yang baru periode 2018 - 2023. Sekaligus mendoakan semoga beliau dapat membawa Kab. Pamekasan menjadi semakin maju dalam segala bidang dan sejahtera. (irsyad)

12 Oktober 2018

Sambangi Ponpes Minhaajurrosyidiin, Prabowo Puji Program Kerja yang Dimiliki Oleh LDII


Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin pada tanggal 11 Oktober 2018. Kehadiran mantan Danjen Kopassus tersebut adalah untuk memberikan pembekalan dan arahan dalam kegiatan Rakernas LDII tahun 2018.

Prabowo Subianto yang hadir dengan setelan kemeja putih dan peci hitam tersebut langsung disambut dengan hangat oleh ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. Prabowo beserta rombongan langsung diajak menuju pameran atau expo untuk melihat hasil produk dan olahan yang telah dihasilkan oleh UMKM binaan LDII. Tak hanya melihat, namun Prabowo langsung di suguhi dan mencicipi berbagai macam produk yang di pamerkan. Selanjutnya Prabowo beranjak memasuki area Rakernas LDII untuk memberikan materi pengarahan kepada seluruh pengurus perwakilan yang telah hadir.


Dalam sambutannya, ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc mengatakan bahwa LDII telah tersebar di 34 provinsi dan 514 DPD kabupaten/kota. Jumlah pesantren binaan LDII sejumlah DPD kabupaten/kota. Para dai LDII berdakwah hingga ke Australia, Asia, Eropa, hingga Kongo. Ia berharap para peserta yang berjumlah 1.500 orang ini bisa mendengar pemaparan Prabowo, mengenai tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus solusi.

Dalam pemaparannya, Prabowo menukil buku yang ia tulis Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. Ia menyebut kekayaan alam tak bisa menyejahterakan rakyat, karena elit politik lebih mementingkan kepentingannya sendiri, di atas kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan rakyat. “Seluruh mineral yang ada untuk mendukung Indonesia sebagai negara industri terdepan, namun semua bahan-bahan itu justru diekspor. Orang-orang hebat di Indonesia tak dimanfaatkan kemampuannya sehingga negara ini rugi. Kita terus hidup dari utang dan elit politik menyatakan hal itu biasa,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh LDII, mulai dari sektor ekonomi hingga penerapan teknologi dalam fasilitas yang dimiliki oleh LDII. "Saya sangat terkesan dan berbesar hati, karena ada organisasi besar keagamaan tetapi punya program-program punya temuan temuan dan kegiatan yang sebenarnya menjawab masalah dan tantangan bangsa kita," ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan ini Prabowo menerima hadiah cinderamata berupa dua buku terbitan LDII berjudul "Pedoman Ibadah Jilid 1 dan 2" yang diberikan langsung oleh ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. (irsyad)

10 Oktober 2018

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Buka Rakernas LDII Tahun 2018 di Ponpes Minhaajurrosyidiin


Presiden Ir. H. Joko Widodo membuka rapat kerja nasional (Rakernas) LDII yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2018 bertempat di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya Presiden Ir. H. Joko Widodo juga di dampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn.) Moeldoko.

Presiden Ir. H. Joko Widodo tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.00, yang kemudian langsung disambut meriah oleh ratusan santri pondok yang telah berbaris sambil membawa bendera merah putih dan kemudian disuguhkan pertunjukan seni pencak silat dari Persinas ASAD.

Dalam sambutannya ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc mengatakan bahwa dalam Rakernas LDII 2018 ini mengusung tema "LDII untuk Bangsa", dimana LDII berkomitmen untuk dapat berperan aktif dalam membantu pemerintah menjalankan program yang ada. Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc melaporkan bahwa Rakernas LDII 2018 ini dihadiri sebanyak 1.500 pengurus LDII dari seluruh Indonesia, berasal dari seluruh tingkatan organisasi. Kehadiran jajaran pengurus organisasi LDII tersebut bertujuan untuk mendapatkan pengarahan secara langsung dari Presiden RI. Sehingga pengarahan dari Presiden Ir. H. Joko Widodo tersebut dapat digunakan oleh peserta Rakernas untuk menyusun program-program LDII kedepannya.

Usai menyampaikan  sambutannya Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc kemudian menyerahkan cinderamata berupa dua buah buku yang diterbitkan oleh LDII yang berjudul "Buku Pedoman Ibadah Jilid 1 dan Jilid 2".

Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dengan populasi penduduk lebih dari 260 juta jiwa yang tersebar di 17.504 pulau, memiliki 514 kabupaten/kota dan 34 provisi. Indonesia juga di anugerahi oleh Allah sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, serta memiliki banyak keberagaman baik dari budaya, suku serta agama yang ada di dalamnya. Presiden Ir. H. Joko Widodo juga mengingatkan untuk selalu mewaspadai terkait penyebaran berita bohong / hoax yang sering beredar karena dapat meresahkan dan memecah belah masyarakat. Dalam era sekarang ini keterbukaan informasi sudah sangat mudah di akses oleh masyarakat untuk mendapatkan berita yang benar. Dengan mengusung tema "LDII untuk Bangsa" menurut Presiden Ir. H. Joko Widodo sudah tepat, dimana yang seharusnya dikembangkan adalah program dan ide positif untuk pembangunan bangsa. Presiden Ir. H. Joko Widodo mengatakan dalam kegiatan rutin kunjungannya ke daerah-daerah sering melihat patok penanda tempat kegiatan-kegiatan LDII, itu menunjukan bahwa warga LDII sudah sangat banyak dan tersebar dimana-mana. Dalam perkembangan teknologi LDII juga menjadi pelopor, seperti penggunaan panel listrik tenaga surya dan mikro hidro yang sudah dikembangkan di pondok-pondok pesantren binaan LDII. LDII juga terus berperan aktif dalam pembinaan pengembangan digital ekonomi syariah.

Dengan terselenggaranya Rakernas LDII tahun 2018 ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan serta program kerja positif yang dapat digunakan sebagai rekomendasi kepada pemerintah dalam pembangunan bangsa. Serta dapat dilaksanakan oleh seluruh warga LDII yang tersebar diseluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur

05 Oktober 2018

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia Ke-73 : Bersama Rakyat, TNI Kuat


Hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Tanggal ini memiliki sejarah panjang di awal masa kemerdekaan.

Sebelum kemerdekaan, ada nama KNIL dan juga Pembela Tanah Air (PETA). KNIL merupakan tentara kerajaan Hindia-Belanda yang dibentuk ketika Perang Diponegoro berlangsung. Sementara PETA dibentuk pemerintahan Jepang yang dibentuk untuk melawan tentara sekutu pada tahun 1943.

Pada 14 Februari 1945, Komandan Pleton (Sodancho) PETA Supriyadi (Soeprijadi) memimpin pemberontakan untuk melawan tentara Jepang di Blitar. Supriyadi sempat meminta pendapat Sukarno sebelum melakukan pemberontakan.

Sukarno kala itu merupakan pemimpin dari Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun waktu itu Sukarno meminta Supriyadi dkk untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi. Tetapi Supriyadi tetap memimpin pemberontakan yang berujung pada penangkapan sejumlah pimpinan PETA oleh tentara Jepang.

Supriyadi menghilang setelah pemberontakan itu. Hingga kini nasib Supriyadi masih menjadi misteri.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945. Setelah itu secara bertahap dibentuklah BKR Darat, BKR Laut, dan BKR Udara.

BKR memiliki kepengurusan di pusat dan sejumlah daerah. Tetapi ada pula daerah yang menolak dibentuk BKR dan akhirnya membuat lembaga serupa dengan penamaan sendiri. 

Akhirnya pada 5 Oktober 1945, Maklumat Pemerintah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang juga memasukkan para mantan anggota PETA. BKR Darat, Laut, dan Udara secara bertahap juga menyesuaikan penamannya.

Nama TKR sempat diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Tetapi kemudian mengalami perubahan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada tahun 1946.

Presiden Sukarno kemudian mengubah lagi nama TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947. TNI merupakan gabungan dari TRI dan tentara elemen-elemen rakyat lainnya. 

Jenderal Soedirman kemudian ditunjuk menjadi Panglima Besar pertama TNI. Meski nama TNI baru diberikan pada tanggal 3 Juni 1947, namun hari lahir kesatuan tersebut tetap diperingati setiap 5 Oktober.

Salah satu kalimat wejangan Jenderal Sudirman adalah, Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh.
Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga. (Jendral Sudirman, Jogjakarta, 12 Nopember 1945).

Dirgahayu TNI,
Bersama Rakyat, TNI Kuat


#DirgahayuTNI
#HUTTNI73
#LDII 
#LembagaDakwahIslamIndonesia
#ProfesionalReligius
#JelangRakernasLDII2018
#RakernasLDII2018

22 September 2018

LDII Usulkan Delapan Bidang Kerja Bagi Capres Terpilih


LDII akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan di laksanakan pada tanggal 10 – 11 Oktober 2018 di Jakarta.  Pelaksanaan Rakernas tersebut bersamaan dengan dimulainya momen Pemilu Legeslatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 – 2024.

Momentum ini dimanfaatkan LDII sebaik-baiknya untuk melakukan proses agregasi aspirasi (pengumpulan berbagai aspirasi) yang dibawa oleh para utusan (peserta Rakernas) yang berasal dari 34 propinsi dan sekitar 430 utusan kabupaten/Kota serta para peninjau dari berbagai lembaga pendidikan umum dan pondok pesantren. Total peserta mencapai 1.400 orang, yang bertempat di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. 

Selanjutnya, aspirasi yang diperoleh dari Rakernas ini diharapkan juga akan dapat disampaikan kepada para calon-calon pimpinan nasional, baik yang di eksekutif (capres/cawapres) dan juga bagi para calon legislator (DPR) pada tingkat nasional, provinsi dan Kab/Kota. Selama ini dalam ajang kampanye, calon incumbent hanya dinilai berdasar apa yang telah dikerjakan, terutama keberasilannya saja. Demikian juga calon baru hanya dinilai berdasarkan apa yang ditawarkan.  

Pola seperti ini tidak lengkap, karena belum timbal-balik atau hanya sebagai monolog para elit politik. Pada tataran ideal, pelaksanaan agenda demokrasi ini juga harus difungsikan sebagai ajang nasional penyampaian aspirasi yang bersifat substantif-aspiratif kepada para kandidat (calon oleh rakyat/konstituen), agar para kandidiat dapat lebih mengenali secara langsung apa harapan rakyat yang bersifat riil-substantif, dan tidak sekedar kegiatan penerimaan atau penyampaian  dukungan tanpa kejelasan makna. 

Dalam konteks ini, LDII melalui Rakernas 2018 bermaksud memberikan kontribusi sekecil apapun, agar praktek demokrasi dapat semakin berkualitas dan bermakna, sesuai dengan maksud kehidupan atau tujuan demokrasi itu sendiri. Praktek demokrasi harus mampu mencerminkan atau mewujudkan fungsi representasi (keterwakilan) dan tidak hanya sekedar mengejar keterpilihan saja. Bidang eksekutif harus perupakan representasi program kerja sesuai keinginan rakyat, sementara bidang legeslatif merupakan representasi keterwakilan dan kebutuhan masyarakat.


Melalui Rakernas ini secara internal LDII akan merumuskan program kerja organisasi yang terdiri dari 8 bidang, secara eksternal LDII akan menyampaikan 8 bidang kerja tersebut kepada calon eksekutif (capres/cawapres) dan juga kepada calon legislatif, agar nantinya dapat dilaksanakan secara sinergis dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang sehat, produktif dan berdaulat.

Adapun 8 bidang yang akan dibahas di Rakernas meliputi :

  1. Wawasan kebangsaan
  2. Prinsip dakwah dan akhlak bangsa
  3. Pendidikan karakter
  4. Pangan dan lingkungan hidup
  5. Ekonomi syariah
  6. Pengembangan pengobatan herbal
  7. Pemanfaat teknologi digital produktif
  8. Pemanfaatan energi terbarukan

Apabila agenda demokrasi pada bulan Oktober 2018 – April 2019 telah memasuki tahap kampanye, maka harapan LDII adalah, agar pola kampanye  yang diterapkan dapat melalui forum take and give program, artinya akan terjadi interaksi positif-aktif, yaitu kandidat bisa menyodorkan usulan program maupun menerima usulan program dari konstituen, sehingga program kerja nasional 2019-2024 nantinya siapapun yang terpilih, merupakan integrasi program antara program candidat dan usulan konstituen.

Bila keadaan ini dapat terwujud, maka era kampanye dapat menjadi ajang interaktif positif-aktif, sehingga jargon-jargon negatif yang bersifat saling menjatuhkan dapat diminimalkan dan kehidupan demokrasi yang sehat dan semakin berkualitas dapat diwujudkan bersama.

17 September 2018

DPD LDII Kab. Pamekasan Raih Penghargaan Tingkat Elementary untuk DPD yang Telah Aktif Mengadakan Kegiatan Setiap Bulan


Dewan Pimpinan Wilayah LDII Jawa Timur melaksanakan konsolidasi organisasi dalam rangka pemanfaatan aplikasi Monitoring Evaluasi (Monev) untuk optimalisasi pembinaan PC LDII se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 16 September 2018 bertempat di gedung DPW LDII Jawa Timur. 

Dengan penggunaan aplikasi Monev tersebut pelaporan hasil kegiatan PC di masing-masing DPD bisa dilakukan dengan cepat dan real time. Sehingga proses monitoring serta kontrolnya bisa dilakukan dengan mudah. Aplikasi berbasis android itu dalam penyebarannya juga sudah bisa di unduh di Play Store, sehingga bisa dengan mudah di akses oleh masing-masing anggota LDII di setiap daerah.


Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian penghargaan kepada DPD LDII yang telah berperan aktif dalam menggunakan aplikasi Monev untuk pembinaan PC di masing-masing daerahnya. Dalam kegiatan tersebut DPD LDII Kab. Pamekasan mendapat penghargaan predikat Elementary sebagai salah satu DPD LDII yang dinilai telah berperan aktif mengadakan dan melaporkan kegiatan rutin setiap bulan melalui aplikasi Monev. Pemberian penghargaan itu diberikan langsung oleh perwakilan pengurus DPW LDII Jawa Timur kepada H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., MM., M.Pd selaku ketua DPD LDII Kab. Pamekasan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.


Diharapkan dengan penghargaan tersebut bisa semakin memotivasi jajarannya untuk terus aktif mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Di samping itu juga selalu mendorong dan membina PC dan PAC agar bisa berperan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Pewarta & Juru Foto : Abdillah Irsyad El Nur

16 September 2018

Konsolidasi Organisasi dalam Pemanfaatan dan Soft Launching Aplikasi Monitoring Evaluasi (Monev) Untuk Optimalisasi Pembinaan PC LDII di Jawa Timur


Dewan Pimpinan Wilayah LDII Jawa Timur melaksanakan konsolidasi organisasi dalam rangka pemanfaatan aplikasi monev untuk optimalisasi pembinaan PC LDII se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 16 September 2018 bertempat di gedung DPW LDII Jawa Timur. 

Aplikasi Monitoring Evaluasi (Monev) sendiri merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang dikembangkan oleh tim DPW LDII Jawa Timur sebagai portal berita seputar kegiatan organisasi LDII yang dilaksanakan oleh DPD LDII di masing-masing wilayahnya. Sehingga segala kegiatan positif yang telah dilaksanakan tersebut dapat di monitoring serta memberikan informasi serta dampak positif bagi pembinaan DPD serta PC LDII di Jawa Timur. 

Dalam sambutannya Ketua DPW LDII Jawa Timur Drs. Ec. Amien Adhy mengatakan bahwa saat ini kita sudah mulai memasuki era digital 4.0. Dimana semua lini kehidupan sudah semakin dimudahkan dengan berkembangnya teknologi. Maka dari itu diharapkan dengan adanya aplikasi Monev ini semua potensi yang ada di masing-masing DPD LDII bisa semakin di maksimalkan sehingga bisa memotivasi serta menginformasi. 


Dalam kesempatan ini DPD LDII Kab. Pamekasan tergabung di dalam korda 7 yang diwakili oleh H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., M.M., M.Pd selaku ketua DPD LDII Kab. Pamekasan di dampingi oleh tim Komunikasi Informasi dan Multimedia DPD LDII Kab. Pamekasan. 

Aplikasi Monev ini secara nasional rencananya akan dilaunching pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2018 di Jakarta. Sehingga diharapkan bisa semakin dimaksimalkan pemanfaatannya secara nasional.

Pewarta & Juru Foto : Abdillah Irsyad El Nur

14 September 2018

Perkuat Hubungan, Pengurus LDII PC Pademawu Adakan Silaturrahim Bersama Para Tokoh Masyarakat


Jajaran pengurus LDII PC Pademawu mengadakan kegiatan silaturrahim bersama para tokoh masyarakat serta tokoh agama pada tanggal 25 Agustus 2018 bertempat di masjid Nurul Huda. Kegiatan ini bertujuan untuk semakin memperkuat hubungan baik yang sudah terjalin selama ini. Dalam acara silaturrahim ini dihadiri oleh H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., M.M., M.Pd (Ketua DPD LDII Pamekasan), H. Rasyidi (Kepala Desa Bunder), Serka Yanto (Babinsa Bunder), Aiptu Didik Hadi Witono (Babinkamtibmas Bunder), serta beberapa tokoh lainnya.

Dalam sambutannya ketua LDII PC Pademawu Ach. Baidoi Surama, S.Pd menjelaskan bahwa LDII merupakan ormas yang tunduk dan patuh pada pemerintah yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berbentuk NKRI adalah harga mati. LDII juga memiliki perhatian serius terhadap perkembangan generasi muda agar menjadi generasi penerus bangsa yang alim/faqih, berakhlak mulia dan memiliki kemandirian. 


Sementara itu Serka Yanto (Babinsa Bunder) dan Aiptu Didik Hadi Witono (Babinkamtibmas Bunder) memberi kesan bahwa LDII dipandang baik karena berpegang teguh kepada Pancasila serta mendukung segala kegiatan positif yang dilakukan oleh jajaran pengurus LDII. Babinsa dan Babinkamtibmas juga siap membantu dan bekerjasama mendukung segala bentuk kegiatan LDII baik berupa kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Diharapkan komunikasi dan kordinasi ini tetap terpelihara dengan baik agar bisa saling menguatkan dan bermanfaat. 

Pewarta    : Abdillah Irsyad El Nur
Juru Foto : Wiro Kurniadi dan Afrizal Maulana

27 Agustus 2018

LDII Ajarkan Peran Orang Tua dalam Pembinaan Keluarga di Era Digital


Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar seminar wanita tentang pembinaan keluarga pada era digital yang dihadiri oleh gubernur Jatim terpilih Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansah, penggiat pendidikan Dra. Hj. Nana Basnah Prasetyo M.Si dan dan ketua DPW LDII Jawa Timur Drs. H. Amien Adhy di Surabaya pada hari Minggu tanggal 26 Agustus 2018 di di Aula Ponpes Sabilurrosidin, Surabaya. Kegiatan ini ini dihadiri sebanyak 250 peserta utusan dari DPD LDII se-Jawa Timur serta Ponpes binaan LDII.

Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy, mengatakan pembinaan generasi muda di LDII terus dilakukan mulai di usia dini hingga dewasa. Dalam pembinaan generasi muda, tentunya diawali dari keluarga. Oleh karena itu, DPW LDII mengundang ibu-ibu dalam seminar ini.

“Pembinaan generasi muda LDII memiliki program Tri Sukses yang selalu digaungkan. Yang pertama adalah akhlakul karimah, yang kedua adalah faham terhadap agama, dan mandiri. Generasi muda saat ini diberikan pembinaan kemandirian dalam era digital, supaya generasi muda memiliki keterampilan lebih untuk menghadapi dunia kerja,” kata Amien.

"Kini anak- anak dibesarkan dengan pengaruh gadget (begitu kuatnya-red). Mereka harus mendapatkan pendidikan dan pengasuhan dari orang tua yang baik. Jikalau tidak, nantinya anak-anak bisa kebablasan ke mana-mana. Hal itu tidak kita kehendaki," ujarnya.

Sementara itu, penggiat pendidikan serta pakar Psikologi DPP LDII, Dra. Hj. Nana Baznah Prasetyo M.Si mengatakan, untuk mendidik dan mengasuh anak ke depan, sudah tidak bisa menggunakan pola asuh lama.


"Bapak dan ibu diharapkan melakukan pengasuhan positif di era digital ini," pintanya.

Anak-anak cenderung lebih banyak bersentuhan dan bermain dengan gadget , dibandingkan dengan berhubungan dengan orang tuanya. Makanya, perlu pengasuhan positif.

Ada kekhawatiran dari para orang tua, anak-anak mencari hal-hal atau konten-konten yang tidak sesuai norma agama dan sosial. Sekadar hanya mencari situs untuk memenuhi hatinya (konten negatif).

24 Agustus 2018

Warga LDII Kab. Pamekasan Kurban 23 Ekor Sapi dan 41 Ekor Kambing


Warga LDII Kab. Pamekasan terlihat semangat dalam melaksanakan ibadah kurban tahun ini. Tercatat total hewan kurban yang disembelih oleh warga LDII di Kab. Pamekasan total sebanyak 23 ekor sapi dan 41 ekor kambing.

Antusiasme yang tinggi ini tidak lepas dari besarnya pahala yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang mau menyalurkan hartanya untuk mengalirkan darah atau melaksanakan kurban di hari raya idul adha ini. Sehingga atas dasar itu membuat para warga LDII di Kab. Pamekasan berlomba-lomba untuk bisa menyembelih hewan kurban sebanyak mungkin.


Pelaksanaan kurban tahun ini tersebar di beberapa PAC di Kab. Pamekasan seperti Barurambat Kota, Barurambat Timur, Bunder, Patemon, Bugih, Ceguk, dll. Sebagian besar daging kurban akan di distribusikan kepada masyarakat dan pondok pesantren di Pamekasan agar semua juga dapat merasakan manfaat dari momen kurban ini.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur

DPD LDII Kab. Pamekasan Gelar Sholat Idul Adha di Lapangan Lapas Pamekasan


DPD LDII Kab. Pamekasan melaksanakan sholat idul adha di lapangan Lapas Pamekasan yang terletak di Jalan Kabupaten pada tanggal 22 Agustus 2018. Sejak pagi banyak warga yang terlihat antusias berbondong-bondong hadir untuk ikut melaksanakan sholat idul adha. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa memadati area yang telah disediakan oleh panitia.

Sholat idul adha di mulai pukul 06:15 WIB dengan imam sholat adalah H. Nur Ahsan. Seluruh peserta terlihat khusuk mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh khotib.

"Sambutan Oleh H. Setyo Budi Winarno, S.Pd, M.Pd, M.M, Ketua DPD LDII Kab. Pamekasan"

Selanjutnya, ketua DPD LDII Kab. Pamekasan H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., M.M., M.Pd memberikan sambutan. Dalam sambutannya  beliau mengatakan bahwa dalam idul adha ini kita menggemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan keagungan kita kepada Allah SWT. Hari raya kurban ini juga sebagai momen perekat bangsa, dimana kita bisa berbagi daging kurban yang telah kita sembelih kepada sesama.

Di akhir sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah tuurut membantu mensukseskan terselanggaranya sholat idul adha tahun ini.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur
Juru Foto : Wiro Kurniadi

DPD LDII Kab. Pamekasan Serahkan Satu Ekor Kambing Kepada Lapas Klas IIA Pamekasan


DPD LDII Kab. Pamekasan serahkan satu ekor kambing kepada perwakilan Lapas Klas IIA Pamekasan yang belokasi di Jalan Pembina No.1 pada tanggal 21 Agustus 2018. Penyerahan satu ekor kambing rutin dilakukan setiap tahunnya dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan pihak Lapas Klas IIA Pamekasan yang telah terjalin selama ini. Penyerahan dilakukan langsung oleh ketua DPD LDII Kab. Pamekasan H. Setyo Budi Winarno, S.Pd, M.Pd, M.M bersama pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan lainnya. Dengan penyerahan satu ekor kambing tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan para penghuni lapas untuk turut melaksanakan ibadah qurban dalam idul adha tahun ini.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur

21 Agustus 2018

DPD LDII Pamekasan Hadiri Undangan Upacara 17 Agustus di Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan


Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-73, pemda Kabupaten Pamekasan mengadakan upacara bendera di halaman pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan pada tanggal 17 Agustus 2018. Puluhan instansi pemerintah, TNI, Polri, sekolah serta organisasi masyarakat hadir untuk mengikuti upacara bendera tersebut. Termasuk DPD LDII Kab. Pamekasan juga turut serta di undang dan mengirimkan satu kompi perwakilannya sebanyak 31 orang dengan mengenakan seragam putih hitam. 

Upacara bendera tersebut di mulai pukul 9 pagi di awali dengan atraksi dari polisi cilik Pamekasan yang pernah meraih juara 1 tingkat Polda Jatim, dilanjutkan dengan pertunjukan marcing band yang juga telah banyak mengukir prestasi di tingkat Jawa Timur.


Acara terlihat khidmat saat bendera merah putih di naikan oleh tim paskibra dengan di iringi lagu Indonesia Raya. Acara di tutup dengan pembacaan doa dengan harapan Indonesia bisa terus aman dan sejahtera.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur
Juru Foto : Wiro Kurniadi

Warga LDII PAC Ceguk Jadikan HUT RI Ke-73 Sebagai Momen Untuk Menjalin Kerukunan dan Kekompakan


Kemeriahan HUT RI Ke-73 juga dirasakan oleh warga LDII yang ada di Pamekasan, salah satunya terlihat seperti yang dilakukan oleh warga LDII PAC Ceguk. LDII beserta warga sekitar ikut memeriahkan HUT RI Ke-73 dengan lomba-lomba yang dilaksanakan dari tanggal 13 sampai 16 Agustus 2018 di halaman masjid Luhur, Ceguk.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak semangat mengikuti setiap perlombaan yang disajikan, seperti lomba lari bendera, lari kelereng, tarik tambang, dll. Puluhan hadiah menarik diperebutkan dalam perlombaan tersebut. 


Dengan dilaksanakannya serangkaian perlombaan ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta terhadap tanah air Indonesia, serta menumbuhkan rasa kekompakan serta kerukunan antar warga. Sehingga tercipta suasana yang aman serta kondusif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur

Warga LDII PAC Bugih Meriahkan HUT RI Ke-73 dengan Mengadakan Lomba Hafalan Doa dan Surat Pendek


Kemeriahan HUT RI Ke-73 juga dirasakan oleh warga LDII yang ada di Pamekasan, salah satunya terlihat seperti yang dilakukan oleh warga LDII PAC Bugih. LDII beserta warga sekitar ikut memeriahkan HUT RI Ke-73 dengan lomba-lomba yang dilaksanakan dari tanggal 10 sampai 15 Agustus 2018 di halaman masjid Baiturrohim, Sumur Putih.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak semangat mengikuti setiap perlombaan yang disajikan, seperti lomba lari bendera, lari kelereng, tarik tambang, dll. Disamping itu, LDII sebagai ormas yang konsern terhadap dakwah islam juga mengadakan lomba hafalan doa-doa serta surat-surat pendek sebagai pembinaan bagi generasi muda. 


Dengan dilaksanakannya serangkaian perlombaan ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta terhadap tanah air Indonesia, serta menumbuhkan kerukunan antar warga. Sehingga tercipta suasana yang aman serta kondusif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur
Juru Foto : Wiro Kurniadi

07 Agustus 2018

Ratusan Pendekar Hadiri Pasanggiri Persinas ASAD Pamekasan

Salah satu atraksi para pendekar saat Pasanggiri Persinas ASAD (Foto : Wiro Kurniadi)

Pamekasan - Ratusan pesilat mengikuti Pasanggiri Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas ASAD) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018 di lapangan Masjid Luhur, Jalan Raya Ceguk, Tlanakan.

Banyak dari warga LDII yang juga aktif mengikuti Persinas ASAD, khususnya untuk pembinaan generasi muda. Sehingga dalam pelaksanaannya LDII juga turut aktif mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Persinas ASAD Kab. Pamekasan.

Pasanggiri merupakan program kerja Pengurus Persinas ASAD Kab. Pamekasan, dimana para atlet dipertemukan untuk mempertunjukan hasil latihannya selama ini sehingga bisa dilakukan evaluasi serta penilaian oleh para pelatih serta pembina Persinas ASAD Kab. Pamekasan.

Ketua Persinas ASAD Kab. Pamekasan H. Sunarto Sabata dalam sambutannya mengatakan, bahwa dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan bibit-bibit pendekar yang dapat mengukir prestasi, sehingga harus terus rutin dilaksanakan serta dikembangkan. 

Sementara itu pembina Persinas ASAD Kab. Pamekasan KH. Ibnu Husein mengungkapkan, pencak silat merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia. Sehingga dengan menguasai ilmu silat berarti juga turut menjaga serta menguatkan pilar-pilar bangsa Indonesia. 

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur
Fotographer : Wiro Kurniadi 











Kapolres Jombang : CAI Tumbuhkan Jiwa Cinta NKRI


Konflik dengan isu SARA kerap terjadi, hingga mengganggu kestabilan negara. Ketidakamanan membuat warga suatu bangsa mengungsi dari negaranya, bahkan mencari suaka ke negara lain. Dalam pembukaan Permata CAI ke-39, Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto mengajak peserta CAI untuk mencintai bangsa Indonesia.

Menjadi warga negara Indonesia membuatnya bersyukur karena Indonesia adalah negara yang mampu mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam keragaman suku dan budaya. Ia memberikan contoh salah satu negara konflik yakni Afganistan yang memiliki 12 suku, dimana salah satu sukunya memerangi suku lain hingga negara tidak aman.

Sedangkan di Indonesia, setiap daerah di Indonesia saling melengkapi, karena mempunyai keunikan masing-masing. Fadli Widiyanto menerangkan jika orang Jawa tak punya batu bara, orang Kalimantan susah bercocok tanam. Gas lebih banyak di Jawa Timur, Jawa Tengah tidak punya, sehingga penduduk antar propinsi itu saling bertukar barang sesuai kebutuhan masing-masing. Maka jika mereka memisahkan diri, keadaan jadi berpecah belah dan tidak aman.

“Jika kita berdiri sendiri, maka akan muncul panglima-panglima kecil. Semua akan saling menguasai satu sama lain. Negara lain akan masuk mempengaruhi, menjual senjata misalnya, proxy war. Sebagai gantinya, mereka ingin menguasai meminta hasil bumi dan tambang,” ujarnya.