Generasi Milenial LDII Komitmen Menjaga Ideologi Pancasila

Menyikapi mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi milenial, maka pada hari Minggu 21 Juli 2019, DPD LDII Kabupaten Pamekasan menggelar seminar dengan tajuk "Pembudayaan Nilai - Nilai Pancasila pada Era Generasi Milenial" bertempat di pendopo agung ronggosukowati Pamekasan.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan Laporkan Hasil Rakernas Ke Bupati Kab. Pamekasan

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim kepada bupati terpilih Kab. Pamekasan yang baru H. Baddrut Tamam, S.Psi sekaligus melaporkan hasil dari Rakernas LDII

Peringati Hari Bumi, LDII Tanam Pohon Menuju Pamekasan Sehat

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2019, Pimpinan Cabang LDII Pademawu bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Forum Pamekasan Sehat dan Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) mengadakan kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Raya Pademawu Pamekasan.

Warga LDII Se-Madura Kompak Semarakan Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di gedung PKPRI Trunojoyo Jalan Rajawali, Kab. Sampang pada Sabtu, 13 April 2019.

Menjelang Ramadhan, PAC LDII Patemon Latih Peduli Sesama dengan Donor Darah

Rabu, 1 Mei 2019 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Patemon bekerja sama dengan PMI Cab Pamekasan bagian Unit Transfusi Darah menggelar acara donor darah dengan mengusung tema "Setetes Darah Kita Berarti Untuk Mereka".

Selasa, 24 November 2020

DPP LDII Melansir e-Pendidikan Karakter, Berfokus Kepada Subjek Pendidikan


Jakarta (24/11). DPP LDII melansir platform e-pendidikan yang fokus pada pendidikan karakter, yang dinamai pondokkarakter.com. Acara peluncuran tersebut diikuti oleh 514 studio mini dan sekitar 2.000 orang peserta. Dalam acara peluncuran pondokkarakter.com tersebut, dibuka pula enam seminar secara bersamaan yang membahas mengenai fungsi guru, pamong, tenaga pendidikan, kepala sekolah, orangtua, dan pengelola yayasan dalam membangun karakter.

Pondokkarakter.com merupakan kontribusi LDII untuk bangsa, yang menyasar kepada subjek pendidikan bukan pada objek atau siswa,” ujar Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso. Pondokkarakter.com merupakan digitalisasi bidang pendidikan dari delapan bidang pengabdian LDII yang terdiri dari: Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Energi Terbarukan, Kesehatan, Ekonomi Syariah, Pertanian dan Lingkungan Hidup, dan Teknologi. 

“Kami berusaha memadukan kebangsaan dan religiusitas dalam pendidikankarakter.com. Bedanya, selain fokus kepada pembentukan karakter, platform e-pendidikan ini menyasar kepada subjek atau penyelenggara pendidikan bukan kepada siswa atau anak,” ujar Chrsiwanto.

Pembentukan karakter ini merupakan proses panjang, yang targetnya pada 2045, cita-cita mengenai Indonesia Emas bisa terwujud, “Pemerintah saat ini bercita-cita pada tahun itu, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$23.000 per kapita. Mewujudkan hal tersebut bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga harus turut andil,” ujar Chriswanto. 

Sementara itu, konsultan senior dari Sinergi Consulting, Nugroho Ananto mengatakan, karakter merupakan pembeda antara individu dengan individum keluarga dengan keluarga lainnya, bahkan menjadi pembeda antara bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. 

“Pada umumnya karakter mempresentasikan prilaku yang diterima masyarakat, seperti kejujuran, penghargaan, dan tanggung jawab. Hal tersebut merupakan bagian dari nilai moral. Artinya wilayah pendidikan karakter ini luas tak dibatasi kelas, sebagaimana pendidikan ilmu pengetahuan yang membentuk kognisi,” ujar Nugroho Ananto. 

Pendidikan karakter yang baik, akan menghasilkan lingkungan yang baik. Lingkungan inilah yang membentuk masyarakat berkarakter, hingga menciptakan bangsa atau negara yang memiliki karakter yang baik pula. 

“Seseorang yang bisa dipercaya karena kejujurannya, dihormati karena karyanya bukan fisik dan harta, serta memiliki tanggung jawab bisa dikatakan memiliki karakter yang baik,” kata Nugroho. Sayangnya, menurut Nugroho, pendidikan karakter ini justru tak maksimal. Para pengajar atau penyelenggara pendidikan lebih fokus kepada kognitif.

Pembelajaran mengenai karakter tersebut unik, tak seperti mempelajari ilmu pengetahuan, “Pendidikan karakter sangat berkaitan dengan pemaknaan terhadap nilai. Sementara pemaknaan tersebut sangat bergantung kepada keluarga atau lingkungan di mana seseorang hidup,” ujarnya. 

“Pendidikan karakter membutuhkan panutan dan proses pembelajaran serta pembiasaan seumur hidup. Hal ini beda dengan mempelajari ilmu pengetahuan,” imbuhnya. 



Perusahaan Butuh Orang Jujur Tak Hanya Pintar

Karakter dalam mata perusahaan juga menjadi hal yang utama, “Founding father Bakrie Brothers menekankan pentingnya karakter, kejujuran misalnya. Orang yang jujur menurut Bakrie Brother bisa dipintarkan, tapi membuat orang pintar menjadi jujur tidak mudah,” ujar Chief Human Capital Bakrie Brothers, Okder Pendrian.

Karakter dan kompetensi menjadi bagian utama dalam pertimbangan penerimaan karyawan, “Dengan dua hal tersebut, seseorang bisa diterima dan dikembangkan hingga kelak menjadi seorang business leader,” ujar Okder. Sebaliknya, untuk memikat pribadi menjadi karyawan Bakrie Brother, karakter perusahaan juga harus dibangun. Dengan demikian menciptakan persepsi yang baik bagi mereka yang memiliki bakat terbaik. 

Bisnis saat ini memerlukan pribadi yang adaptif, kreatif, dan inovatif. Menurut Okder, pada masa lalu, bidang bisnis baru hanya muncul 10 tahun sekali, “Saat ini hanya dalam sebulan selalu ada peluang bisnis baru,” ujarnya. Untuk menyikapinya, butuh SDM yang berkarakter.

Selasa, 10 November 2020

DPP LDII Dorong Warganya Untuk Menyalurkan Aspirasi Politik Secara Netral dan Aktif


Surabaya (11/11). DPW LDII Jawa Timur menggelar konsolidasi organisasi menyikapi Pilkada serentak pada akhir 2020. Acara yang dihelat pada Selasa malam (10/11) tersebut dilaksanakan secara daring, dengan melibatkan seluruh pengurus tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 38 kabupaten/kota.

“Akan ada 19 kabupaten/kota, hal ini bila tidak disikapi dengan baik, akan menciptakan disharmoni,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi. Amrodji berpendapat setiap Pemilu, baik pemilihan presiden, legislatif, maupun kepala daerah selalu meninggalkan residu, “Sisa-sisa perhelatan politik biasanya sifatnya bisa memecah belah, baik dalam lingkup ormas maupun di kalangan masyarakat,” papar Amrodji. 

Dengan alasan itulah, ia mengundang Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso untuk memberikan pembekalan. Acara tersebut diikuti oleh para ulama, dewan penasehat, dan pengurus DPD LDII. Amrodji berharap, residu berupa ketidakharmonisan ataupun perpecahan bisa diminimalkan, “Dan warga LDII bisa terhindar dari imbas negatif pesta demokrasi,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Chriswanto Santoso menekankan, bahwa secara organisasi LDII netral aktif, “Artinya, LDII tidak berafiliasi dengan parpol atau calon kepala daerah manapun. Tapi, warga LDII didorong untuk menyalurkan aspirasi politiknya dan dilarang golput atau tidak memilih,” ujar Chriswanto.

Netral aktif dilakukan LDII, sebagaimana ormas Islam lainnya, menurut Chriswanto untuk menjaga kerukunan, kekompakan, persatuan dan kesatuan masyarakat, “Jangan sampai, pesta demokrasi justru memecah belah bangsa,” imbuhnya. Ia mengingatkan, setiap calon memiliki itikad baik, yang bisa dilihat dari program kerja mereka. 

Jadi, masyarakat tidak harus terpecah belah karena fanatisme, “Dalam ilmu politik, kekuasaan ditujukan untuk mencapai cita-cita masyarakat yang makmur dan sejahtera. Hal tersebut tercermin dari program kerja para kontestan,” imbuhnya. Selanjutnya, siapapun pemenangnya, masyarakat harus terus memantau janji-janji politik para kepala daerah. Bahkan, suksesnya pembangunan juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Chriswanto mengimbau, pengurus atau warga LDII yang menjadi anggota parpol atau menjadi tim sukses, menjunjung tinggi netralitasnya, “Kami menegaskan, warga maupun pengurus LDII yang terlibat dalam politik praktis, tidak mengorbankan prinsip netral aktif LDII,” ujarnya. Menurutnya, silakan menjadi tim sukses, namun tidak mempengaruhi warga LDII memilih calon tertentu, “Hal itu mengingkari prinsip netral aktif LDII,” tegasnya.

Chriswanto juga mengingatkan semua pihak, agar tak menggunakan cara-cara yang merusak demokrasi, seperti praktik politik uang ataupun kampanye hitam, “Membeli suara dan menyebarkan hoaks bukanlah bagian dari demokrasi, hal ini tak mendidik masyarakat dalam pesta demokrasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat, agar menolak praktik politik uang. Ia mengingatkan, masa depan suatu daerah dipertaruhkan bila dipimpin oleh kepala daerah yang menghalalkan segala cara, “Imbas politik uang adalah kandidat yang menang, akan mencari cara agar modal politiknya kembali,” ujarnya. Hal tersebut bisa mengganggu pembangunan.

Apalagi, kepala daerah yang berkoalisi dengan pengusaha, akan menciptakan oligopoli dalam politik. Sehingga hanya menguntungkan pengusaha, yang belum tentu menguntungkan wilayah atau masyarakat setempat.

Rabu, 21 Oktober 2020

Peran Santri dalam Menjadikan Indonesia Sehat dan Kuat



Pemerintah menetapkan setiap 22 Oktober sebagai hari santri. Tahun ini, pemerintah menetapkan tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Tema tersebut terkait dengan wabah Covid-19 yang masih belum menunjukkan tanda-tanda menurun. 

“Tema ini adalah komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Saya yakin jika santri dan keluarga pesantren sehat, dan bisa melewati pandemi Covid-19 ini dengan baik, Insya Allah negara kita juga sehat dan kuat,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi, dalam pidatonya memperingati Hari Santri, pada Kamis (22/10). 

Menurutnya, pesantren tempat santri menimba ilmu merupakan entitas yang rentan terpapar Covid-19. Keseharian dan pola komunikasi para santri terbiasa tidak berjarak, antara satu dengan lainnya, “Pola komunikasi yang islami, unik dan khas, namun sekaligus rentan penularan virus,” ujarnya. Namun Fachrul Razi juga menegaskan, beberapa pesantren juga berhasil mencegah, mengendalikan, dan menangani dampak Covid-19 dengan baik di tengah keterbatasan fasilitas.

“Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan, dan sikap kehati-hatian kyai dan pimpinan pesantren. Karena mereka tetap mengutamakan keselamatan santri dibanding lainnya,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan Hari Santri menjadi momentum, untuk meningkatkan pemberdayaan santri. Agar pada masa depan, semangat santri sebagai pejuang bangsa terus menggema.

“Dalam perjalanan sejarah bangsa, di samping peran nyata dalam pergerakan dan perjuangan meraih kemerdekaan, pesantren berperan penting dalam melahirkan insan yang beriman dan berkarakter untuk mengisi pembangunan nasional dalam kerangka NKRI,” imbuh Chriswanto.

Bila pada tahun 1945, peran santri yang besar dalam perjuangan terutama dalam Perang Surabaya, kini santri menghadapi tantangan berat. 

“Pesantren masih dipandang dipandang sebagai kelompok pendidikan yang masih terpinggirkan. Alumni pesantren dianggap tidak mampu bersaing dalam dunia pendidikan, dunia kerja maupun birokratisasi pemerintahan,” ujar Chriswanto. 

Dalam dunia pendidikan misalnya, alumni pesantren tidak lantas dapat meneruskan jenjang pendidikan pada sekolah umum maupun perguruan tinggi selain perguruan tinggi keagamaan. 

Dalam dunia kerja, alumni pesantren dianggap tidak memiliki kecakapan keterampilan, selain di bidang agama, “Pandangan tersebut bisa diubah, bila terdapat penguatan dalam tata kelola regulasi pesantren,” imbuhnya. 

Menurut Chriswanto, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren membawa angin segar bagi masyarakat pesantren. Undang-Undang yang disahkan Presiden Joko Widodo beberapa saat setelah pengambilan sumpah sebagai presiden periode kedua, semakin meneguhkan eksistensi lembaga pendidikan tertua di Indonesia tersebut. 

“Afirmasi dan rekognisi pesantren sebagai satuan pendidikan semakin nyata dengan dituangkannya fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat dalam UU Pesantren,” ujarnya. Dengan adanya Hari Santri memori kolektif bangsa, diajak mengingat Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asyari.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan. 

Resolusi jihad tersebut menggerakkan santri, pemuda, dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945. Pertempuran epik itu, kini dikenang sebagai Hari Pahlawan. 

Semangat kepahlawanan para santri itu harus dibangkitkan kembali, menurut Chriswanto. Mengenai peningkatkan dan pemberdayaan para santri, LDII menggabungkan pendidikan formal dengan pesantren, “Dengan demikian, santri selain memperoleh pengetahuan agama juga memiliki pengetahuan umum yang setara dengan sekolah atau pendidikan tinggi lainnya,” ujarnya.

Chriswanto mengatakan santri memiliki paket lengkap dalam hal kognitif dan afektif, “Secara keseluruhan santri memiliki daya hafal yang tinggi, dengan demikian mereka adalah generasi yang cerdas.

Sementara dari sisi kecerdasan emosional dan kecerdasan dalam menyelesaikan masalah, mereka andal karena terbiasa mandiri. Mereka memiliki kesabaran dan analisis karena terbiasa menelaah kitab,” ujar Chriswanto. 

Dengan demikian, menurut Chriswanto, memberdayakan dan mendidik santri dengan ilmu agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi, merupakan modal besar membangun Indonesia, karena karakteristiknya yang profesional religius.

Pada kesempatan yang sama ketua DPD LDII Kab. Pamekasan Setyo Budi Winarno juga menanggapi bahwa tema yang di usung pada peringatan hari santri sangat relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Para santri yang tersebar di beberapa pondok pesantren juga dapat menjadi relawan untuk turut membantu dalam penanggulangan wabah Covid-19 ini. Dengan semangat spiritual dan optimisme serta berbekal wawasan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di pondok pesantren, mereka dapat memberikan edukasi kepada warga yang tinggal di sekitar pondok. Sehingga pemerintah dapat terbantu dalam proses penyebaran informasi terkait penanganan Covid-19 ini. Edukasi tersebut juga dapat dikombinasikan dengan perkembangan teknologi media digital yang ada, sehingga dapat lebih efektif menyentuh kepada seluruh lapisan masyarakat. 

Sabtu, 22 Agustus 2020

Pamekasan Dukung Chriswanto Santoso sebagai PJ Ketum LDII


Jakarta (20/8) - Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapimnas LDII secara virtual, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc. mendapatkan dukungan penuh dari DPW dan DPD LDII se-Indonesia untuk maju sebagai PJ Ketua Umum DPP LDII. 

Prof. Singgih, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, memandang Ir. H. Chriswanto Santoso layak diusulkan menjadi PJ Ketua Umum DPP LDII dengan alasan ia memiliki pengalaman dalam perjuangan LDII, integritas moral yang sangat baik, serta jejaring yang luas dengan berbagai elemen bangsa. “Chriswanto Santoso merupakan salah satu kreator lahirnya delapan klaster bidang pembangunan LDII dan sosok yang tak asing lagi, baik dalam internal LDII, maupun bagi ormas Islam dan organisasi pemerintahan lainnya,” ujar Prof. Singgih. 

Dukungan lainnya berasal dari Ketua LDII Yogyakarta Dr. H. Wahyudi, MS., Chriswanto Santoso dipandang mampu memimpin LDII karena ia memiliki kualitas kepemimpinan yang mumpuni, pengalaman dalam memimpin roda organisasi, serta karakter yang alim dan fakih. 

Dukungan juga tampak pada chat meeting Zoom perwakilan LDII se-Indonesia, seperti dari LDII Kab. Pamekasan, LDII Kab. Lahat, LDII Kota Serang, LDII Kota Tangerang, LDII Kab. Cianjur, LDII Kab. Sukoharjo, LDII Kab. Sleman, LDII Kota Bandar Lampung, LDII Kab. Bandung, LDII Kep. Yapen, Papua, LDII Kota Kendari, LDII Kotawaringin Timur, LDII Kab. Tegal, LDII Kab. Hulu Sungai Utara, serta perwakilan LDII lainnya.

Jajaran pengurus LDII Kab. Pamekasan juga turut mengikuti jalannya Rapimnas dari studio mini. Tampak hadir Setyo Budi Winarno, ketua DPD LDII Kab Pamekasan. "Alhamdulillah, kita sudah menghasilkan keputusan yaitu terpilihnya ketua umum yang diamanatkan kepada Bapak Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc.," ujar Setyo.

"Ini harapan kita, agar kekosongan kepemimpinan bisa ada solusi sehingga program-program yang telah dicanangkan dalam Rapimnas bisa berjalan," tutup ketua DPD.

Kamis, 20 Agustus 2020

LDII Pamekasan Berpartisipasi dalam Rapimnas Untuk Indonesia Bangkit dan Maju


Pamekasan (19/8). Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi membuka secara resmi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Rabu, 19 Agustus 2020. Rapimnas ini digelar untuk memilih Pejabat (PJ) Ketua Umum yang sedang kosong, usai Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam meninggal dunia pada Juli lalu. PJ ketua umum terpilih akan diberi amanah untuk menggelar musyawarah nasional (Munas) dan melanjutkan program kerja DPP LDII sebelum Munas. 

Mengawali sambutannya, Menag mengucapkan dukacita mendalam atas wafatnya Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M,Sc. “Semoga almarhum khusnul khatimah. Apresiasi mendalam saya ucapkan juga pada Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso dan Sekretaris Umum Dody Taufik yang telah mengundang saya dalam Rapimnas LDII 2020,” ujar Fachrul Razi. 

Menag menuturkan bahwa keberagaman agama dan aliran di Indonesia dapat makin memperkaya bangsa Indonesia. “Dalam setiap agama terdapat beberapa aliran yang berbeda. Namun, ini tidak menjadikan bangsa bercerai berai, tetapi memperkaya bangsa Indonesia,” ungkapnya. 

Menag mengimbau agar kemajemukan senantiasa dipelihara sehingga tidak menimbulkan disintegrasi bangsa. Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain serta menghormati kesenjangan budaya sehingga tercapai kesamaan sifat. Toleransi dapat dijaga dengan tiga syarat: pertama, merasa senasib sepenanggungan; kedua, punya rasa kebangsaan nasionalisme; ketiga, menghargai hak setiap warga negara. Terkait dengan LDII, Menag sangat senang mengetahui LDII sering hadir di masyarakat dengan kegiatan yang sangat produktif. 

Dalam sambutannya, Menag juga memperkuat pentingnya moderasi beragama. Moderasi beragama menitikberatkan cara berhubungan dengan teman-teman yang berbeda agama atau agama yang sama, tetapi pandangannya berbeda. “Visi utama adalah mewujudkan Islam sebagai rahmatal lil alamin,” jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Organizing Committee (OC) Rapimnas LDII Rully Kuswahyudi melaporkan bahwa Rapimnas diikuti oleh 3.000 peserta dan peninjau melalui virtual meeting yang tersebar di 400 studio di seluruh Indonesia. Peserta dan peninjau terdiri dari unsur DPP, DPW, DPD, Pondok Pesantren, Majelis Taujih Wal Irsyad, Dewan Pakar, pondok dan sekolah binaan LDII se-Indonesia. Rapimnas juga dihadiri oleh anggota DPR RI, di antaranya Endang Maria Astuti, Singgih Januratmiko, dan Sungkono. Rapimnas didukung oleh 18 anggota Steering Committee (SC), 70 anggota OC, serta 1.000 panitia lokal untuk persiapan studio mini yang siap menyukseskan Rapimnas LDII. 

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya mengungkapkan bahwa LDII berpartisipasi aktif, bukan hanya bidang keagamaan dan dakwah saja, melainkan juga merambah pada tujuh klaster lainnya. 

Pertama pada bidang keagamaan, LDII terus mengupayakan agar dakwah Islam merupakan hak setiap umat Islam. “Memperhatikan kelompok marjinal seperti masyarakat kecil di perbatasan, penderita tuna rungu dan disabilitas lainnya, penderita kusta, dan narapidana,” ujar Dody.

Kedua, bidang kebangsaan, LDII mengupayakan bahasa Indonesia menjadi aset pemersatu bangsa. Ketiga, bidang pendidikan, LDII akan terus membantu pemerintah membangun pendidikan yang fokus pada pendidikan karakter, yaitu profesional religius. “Mengombinasikan moral karakter dan performa karakter yang bersumber dari ajaran Islam dan nilai luhur bangsa Indonesia,” jelasnya. 

Keempat, bidang kesehatan, LDII mendorong program pemerintah dalam penggunaan obat herbal berdampingan dengan obat konvensional. “Obat herbal bukan hanya sebagai pelengkap saja, namun juga memiliki khasiat tersendiri,” ucapnya. 

Kelima, LDII mendorong energi baru dan terbarukan agar terus dikembangkan dan dimanfaatkan mengingat potensinya yang masif di Indonesia dan saat ini kurang dioptimalkan. 

Keenam, bidang perekonomian, LDII mendorong perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan yang dapat diwujudkan dengan pengembangan ekonomi syariah. “Menekankan kerjasama, bukan berdasarkan persaingan bebas dalam mekanisme ekonomi pasar,” jelasnya. 

Ketujuh, bidang teknologi digital. Di Indonesia, teknologi digital sangat masif menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Teknologi digital supaya diarahkan pada hal yang bukan hanya konsumtif, melainkan juga bersifat produktif dan positif, sehingga hal negatif teknologi digital dapat dieliminasi.

Kedelapan, bidang pangan, LDII mendorong agar Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan. “Lahan tidur tidak produktif seperti lahan gambut supaya dilakukan inovasi agar dapat menjadi lahan produktif yang pada gilirannya dapat mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama DPD LDII Pamekasan juga mengikuti pelaksanaan Rapimnas secara daring berdasarkan protokol kesehatan Covid-19. Penyelenggaraan ini diikuti oleh 11 orang yang terdiri dari ketua DPD, sekretaris, wanhat, dll. Ketua DPD LDII Pamekasan, Setyo Budi Winarno, memaparkan harapan terkait kegiatan Rapimnas ini. “Dapat menghasilkan rekomendasi yang memang diharapkan bisa membantu program pemerintah terutama saat menanggulangi dampak negatif dari adanya pandemi Covid-19”, ungkapnya. (Yuni)

Rabu, 19 Agustus 2020

Warga LDII Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa dari Kwarcab Pramuka Kab. Pamekasan


Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pamekasan menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Pramuka Ke-59 pada tanggal 12–15 Agustus 2020. Adapun rangkaian acara tersebut meliputi pelantikan pramuka golongan penggalang dan penegak tingkat garuda, ziarah, kunjungan kepada para sesepuh anggota pramuka dan pemberian tali asih, ulang janji - renungan, pengukuhan 2 gugus depan tangguh, pembagian masker dan face shield, penyemprotan disinfektan, donor darah, dan penganugerahan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka (TPGP). 

Tulus Faizal Aziz, pelatih yang telah mengikuti Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar (KPD) merupakan warga binaan LDII PAC Sumedangan. Pada Jumat pagi, 14 Agustus 2020, ia mendapat TPGP Lencana Pancawarsa II dari Kwarcab Pamekasan atas dedikasinya dalam kepramukaan. TPGP yang berupa Lencana Pancawarsa II telah ia terima langsung dari Drs. Muhammad Yusuf Suhartono, M.Si. selaku Ketua Harian mewakili Kakwarcab di Pendopo Budaya.

Penghargaan ini rutin diberikan oleh Dewan Kehormatan Kwarcab Pamekasan setiap 5 tahun sekali kepada anggota pramuka dewasa yang telah memenuhi persyaratan. Jika seorang anggota dewasa gerakan pramuka memperoleh Lencana Pancawarsa I, artinya ia telah mengabdi selama 5 tahun, sedangkan Lencana Pancawarsa II artinya telah mengabdi selama 10 tahun. Begitu pula seterusnya. Bersama Kak Tulus, anggota dewasa pramuka lainnya yang menerima lencana saat Peringatan Hari Pramuka ke-59 berjumlah 21 orang. 

"Pancawarsa bukan hanya sekedar penghargaan, tetapi ini sebuah amanah yang tak mengenal kata purna. Menjadi kekuatan untuk mengabdi lebih baik bagi negeri tercinta. Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan," ucapnya tegas. 

Saat ini, pelatih sekaligus anggota Media Pramuka Pamekasan (MP2) itu juga aktif menjalankan amanah sebagai anggota Bidang Operasi dan Pelatihan Brigade Penolong 13.28 Kwarcab Pamekasan. (Dewi)

Senin, 17 Agustus 2020

Bahas Rapimnas LDII 2020, Menag Fachrul Razi Ajak Wujudkan Moderasi Agama


Jakarta (17/08). DPP LDII akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional 2020 untuk memilih pelaksana tugas (Plt) ketua umum yang sedang kosong, usai Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam meninggal dunia pada Juli lalu. Plt ketua umum nantinya akan diberi amanah untuk menggelar musyawarah nasional (Munas) dan melanjutkan program kerja DPP LDII sebelum Munas.

Terkait penyelenggaraan Rapimnas LDII pada 19–20 Agustus 2020, DPP LDII beraudiensi dengan Menteri Agama, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi. Rombongan DPP LDII disambut langsung oleh Fachrul Razi yang didampingi oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Kamaruddin Amin, Sesdirjen Bimas Islam Taher, dan Sesmenag Khoirul Huda Basyir.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP LDII, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc,  memaparkan kesiapan Rapimnas yang sangat strategis bagi LDII. “Keberlanjutan program LDII dalam membantu pemerintah dan kemajuan umat Islam menjadi perhatian LDII dalam Rapimnas,” ujar Chriswanto. Menurut Chriswanto, pada tahun depan, DPP LDII akan mempersiapkan musyawarah nasional (Munas). Di samping itu, pejabat ketua umum yang terpilih akan mendapatkan kewenangan untuk bertindak atas nama organisasi secara penuh.

“Pada momen ini, banyak muswil di daerah-daerah yang membutuhkan tanda tangan pejabat ketua umum yang legal. Kami sebelumnya mengundang Kementerian Kesehatan dalam webinar 'Ponpes Sehat'. Dari webinar itu, kami dipandu soal protokol kesehatan untuk melaksakan Rapimnas,” ujarnya.

Rapimnas ini akan dilaksanakan secara daring sesuai protokol kesehatan. Akan ada 482 titik lokasi yang mengikuti Rapimnas secara online. “Satu titik ada 5 sampai 10 orang,” ujar Chriswanto. Menurutnya, Rapimnas LDII akan dihadiri kurang lebih 34 DPW Provinsi dan 456 DPD kabupaten kota dengan total peserta 2.500 orang.

Kepada Fachrul Razi, Chriswanto Santoso memberitahu bahwa tema Rapimnas kali ini adalah “Kontribusi Berkelanjutan LDII untuk Indonesia Bangkit dan Maju”. Tema tersebut merupakan tindak lanjut hasil dari Rakernas LDII tahun 2018 yang menghasilkan program kerja delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. “Bidang itu adalah kebangsaan, pendidikan umum, pendidikan agama, teknologi dan kecerdasan buatan, kesehatan herbal, ekonomi syariah, pertanian dan lingkungan hidup, dan energi terbarukan,” ujar Chriswanto.

“Dalam pendidikan agama, dakwah LDII tak hanya kepada masyarakat umumnya. Namun, juga menyentuh masyarakat marjinal, seperti dakwah di penjara Nusakambangan dan Enrekang, masyarakat lain di daerah perbatasan, masyarakat penyandang kusta, dan pengajian tuna rungu. Di bidang  pendidikan umum, LDII membangun platform pondok karakter. Kami menekankan pembangunan moral,” ujarnya.

Mendengar hal itu, Fachrul Razi memberikan tanggapan positif. Ia mengatakan, membina umat adalah kewajiban bersama. “Maju mundurnya Indonesia pun sangat ditentukan oleh umat Islam karena merupakan  umat terbesar di Indonesia,” ujar Fachrul Razi. Untuk itu, moderasi dalam kehidupan beragama sangat diperlukan agar tercipta Indonesia yang kondusif dan maju.

“Moderasi beragama sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah. Kami mengajak kawan-kawan agar moderat bukan dalam agamanya. Namun, cara berhubungan dengan teman-teman yang berbeda agama atau agama yang sama namun pandangannya berbeda. Saya dengan senang hati akan membuka Rapimnas LDII,” ujarnya.

Fachrul Razi juga meminta LDII untuk berpartisipasi dalam program pemerintah untuk meningkatkan jembatan kesetiakawanan antarmasyarakat. Contohnya, ia ingin meningkatkan kerukunan umat beragama dan pendidikan di Papua. Rata rata pendidikan masyarakat di sana hanya sebatas tamatan SD sampai SMP, sementara yang maju adalah pendatang.

“Kami juga akan memberikan pembekalan kepada para penceramah agama khususnya di Papua. Namun, karena pandemi Covid-19, rencana kami tertunda. Yang terpenting ceramahnya itu mengutamakan keindonesiaan. Saya senang jika LDII menjadi bagian dari program ini,” ujar Fachrul Razi. Kementerian Agama juga akan mengundang LDII dalam program juru dakwah atau da’i besertifikat.

Dalam pertemuan tersebut, DPP LDII senada dengan program Kementerian Agama untuk membangun jembatan kesetiakawanan. Selama ini, para pengurus LDII, baik di tingkat pusat maupun daerah, aktif dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dalam FKUB tersebut, LDII turut membantu pemerintah menguatkan jembatan itu.