13 Maret 2020

Komitmen LDII dalam Mewujudkan Perempuan Indonesia Mandiri dan Berdikari


Bertempat di Masjid An Nur Genteng Pamekasan, DPD LDII Kabupaten Pamekasan melalui bidang pemberdayaan perempuan menggelar kegiatan Pelatihan Simbolis Mahar dan Hantaran dengan tema "Perempuan Mandiri Idaman Suami". Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan hari perempuan internasional ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 8 maret 2020 ini diikuti oleh 40 remaja putri usia nikah sehingga kelak diharapkan nantinya dengan keterampilan yang diperoleh bisa menjadi perempuan yang mandiri secara finansial dan ikut membantu menopang ekonomi rumah tangganya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian pada remaja putri sesuai dengan program tri sukses generasi muda LDII yaitu alim, berakhlakul karimah dan mandiri. Kemandirian ini tentunya selaras dengan cita - cita bangsa untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang mandiri dan berdikari.

Pelatihan simbolis mahar dan hantaran dibuka oleh Ahmad Djahuri selaku Dewan Penasehat DPD LDII Pamekasan yang dalam sambutannya mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh kepada generasi muda LDII untuk bisa menjadi generasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak tetapi juga bisa mandiri. Terwujudnya kegiatan pelatihan ini menurut Ahmad Djahuri sebagai bagian dari komitmen organisasi LDII dalam memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat terutama bagi anak-anak muda agar memiliki bekal keterampilan sehingga kelak bisa menjadi generasi yang mandiri. Ahmad Djahuri menambahkan bahwa banyak cara untuk mendapatkan penghasilan, tidak harus terpaku dengan pekerjaan kantoran, bersepatu atau menunggu lowongan pekerjaan CPNS, "dengan usaha yang keras, tekun serta tidak gengsi untuk memulai usaha kecil-kecilan, Insya Allah adik adik ini akan memiliki penghasilan yang setara bahkan lebih besar daripada menjadi pegawai negeri".


Pelatihan simbolis mahar dan hantaran ini menghadirkan pelaku usaha mahar dan hantaran Leny Agustina, S.Pd selaku owner Mahar Rolandesign dimana Leny mengawali paparannya dengan menjelaskan tentang macam-macam mahar dan hantaran, konsep dan tren mahar di tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan teori cara membuat mahar dan hantaran, diskusi serta tanya jawab dan diakhiri dengan praktek pembuatan mahar dan hantaran. Leny tidak lupa membagi kisah awal mula meniti usaha mahar dan hantaran yang hanya bermodalkan uang 250 ribu rupiah sampai akhirnya omset usahanya tiap bulan bisa mencapai 8-10 juta rupiah, agar para peserta terinspirasi dan lebih bersemangat lagi untuk mencoba berwirausaha dengan bisnis rumahan. (Wiro)

0 komentar:

Posting Komentar