Minggu, 21 Juli 2019

Generasi Milenial LDII Komitmen Menjaga Ideologi Pancasila


Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia seyogianya dapat dijalankan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pandangan hidup, Pancasila bertujuan menciptakan kerukunan antar masyarakat, menghargai satu dengan yang lain, memperkokoh gotong royong dan memperkuat sistem demokrasi bangsa. 

Namun sayang seiring perkembangan zaman, nilai-nilai penting yang terkandung di dalam Pancasila kini mulai luntur di tengah-tengah masyarakat, tak terkecuali para generasi muda bangsa. Menyikapi mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi milenial tersebut, maka pada hari Minggu 21 Juli 2019, DPD LDII Kabupaten Pamekasan menggelar seminar dengan tajuk "Pembudayaan Nilai - Nilai Pancasila pada Era Generasi Milenial" bertempat di pendopo agung ronggosukowati Pamekasan. 

Acara tersebut dihadiri oleh sekretaris daerah Pamekasan, ketua DPW LDII propinsi Jawa timur, ketua DPD LDII se Madura dan generasi muda LDII sebanyak 250 orang. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dibawakan oleh Muhammad, S.H dosen asal Universitas Madura ini. 

Dalam laporannya, ketua panitia sekaligus ketua DPD LDII Kabupaten Pamekasan Setyo Budi Winarno, S.Pd., MM., M.Pd menuturkan bahwa Pancasila tidak hanya sekedar dihafal, namun juga harus menjadi urat nadi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, utamanya kaum muda yang kelak menjadi pemimpin di negara ini. 


Sekda Pamekasan Totok Hartono yang hadir mewakili Bupati Pamekasan dalam sambutannya mengatakan, "Saya percaya generasi milenial khususnya generasi muda LDII yang tersebar di seluruh penjuru tanah air adalah kader kader pemimpin masa depan yang memiliki kecerdasan spiritual dan ke-indonesiaan yang benar-benar menjadi kekuatan strategis dalam mengawal pembangunan bangsa ke depan khususnya di Kabupaten Pamekasan”. 

Di kesempatan yang sama Amien Adhy selaku ketua DPW LDII Jawa Timur juga menekankan bahwa kita harus bisa mengkomunikasikan nilai-nilai Pancasila pada generasi milenial. "Karena anak anak milenial ini lahir tidak mengenal sejarah, tidak mengenal pahlawan, yang dikenal adalah gadget. Jadi tantangannya adalah bagaimana agar kita bisa mensosialisasikan dan membudayakan Pancasila pada anak-anak kita. Pancasila tidak hanya dihafal tetapi juga dibudayakan sehingga setiap gerak tingkah laku anak-anak kita mencerminkan sila-sila yang ada di dalamnya. Kami berharap hal ini juga dapat menggema dan direspon oleh jajaran DPD LDII lainnya di Jawa Timur yang bisa dan mampu menyelenggarakan seminar seperti ini" Imbuhnya." (Irsyad)

0 komentar:

Posting Komentar