Generasi Milenial LDII Komitmen Menjaga Ideologi Pancasila

Menyikapi mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi milenial, maka pada hari Minggu 21 Juli 2019, DPD LDII Kabupaten Pamekasan menggelar seminar dengan tajuk "Pembudayaan Nilai - Nilai Pancasila pada Era Generasi Milenial" bertempat di pendopo agung ronggosukowati Pamekasan.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan Laporkan Hasil Rakernas Ke Bupati Kab. Pamekasan

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim kepada bupati terpilih Kab. Pamekasan yang baru H. Baddrut Tamam, S.Psi sekaligus melaporkan hasil dari Rakernas LDII

Peringati Hari Bumi, LDII Tanam Pohon Menuju Pamekasan Sehat

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2019, Pimpinan Cabang LDII Pademawu bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Forum Pamekasan Sehat dan Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) mengadakan kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Raya Pademawu Pamekasan.

Warga LDII Se-Madura Kompak Semarakan Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di gedung PKPRI Trunojoyo Jalan Rajawali, Kab. Sampang pada Sabtu, 13 April 2019.

Menjelang Ramadhan, PAC LDII Patemon Latih Peduli Sesama dengan Donor Darah

Rabu, 1 Mei 2019 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Patemon bekerja sama dengan PMI Cab Pamekasan bagian Unit Transfusi Darah menggelar acara donor darah dengan mengusung tema "Setetes Darah Kita Berarti Untuk Mereka".

27 Oktober 2018

Warga LDII Pamekasan Ikut Meriahkan Jalan Sehat Sarungan

 
 
Memperingati Hari Santri Nasional yang di tetapkan pada tanggal 22 Oktober 2018, PC NU beserta jajaran Pemkab Pamekasan mengadakan kegiatan Jalan Sehat Sarungan yang diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2018 di lapangan pendopo Ronggosukowati Kab. Pamekasan.

Kegiatan Jalan Sehat Sarungan di ikuti oleh santri dari pondok pesantren yang tersebar di Kab. Pamekasan dan warga umum. Tak ketinggalan warga LDII Pamekasan pun juga turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Bupati Kab. Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi dalam sambutannya mengatakan bahwa senang melihat wajah para santri saat ini yang sudah maju. Banyak santri yang sudah sukses dalam karirnya dan menjadi pejabat. Beliau bercerita bahwa sebelumnya juga pernah menjadi santri hingga saat ini bisa menjabat sebagai bupati. Itu menunjukan bahwa kualitas santri saat ini sudah sangat baik dan terbukti. Menutup sambutannya beliau berharap dari santri yang hadir ini suatu saat juga bisa meniti karir menjadi anggota DPR, bupati, gubernur atau bahkan presiden.

(Foto oleh Humas Protokol Kab. Pamekasan)
Dewi warga LDII Pamekasan yang hadir mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan seperti ini dapat membuat identitas sebagai santri lebih diakui dan dapat mencetak generasi yang memiliki akhlak dan moral yang baik dalam membangun bangsa. Kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahim diantara pengurus dan para santri dari berbagai pondok pesantren yang hadir. (irsyad)

23 Oktober 2018

Ketua LDII PAC Bugih Jalin Silaturahmi dengan Bupati Pamekasan pada Pagelaran Semalam di Madura


Pemkab Pamekasan menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kab. Pamekasan yang ke-488. Berbagai kegiatan seperti festival karapan sapi, festival sapi sonok, festival musik daul, peragaan batik madura dan lain-lainnya dilaksanakan kurang lebih selama sebulan dengan melibatkan masyarakat dari seluruh Madura.

Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 juga digelar pertunjukan seni dan budaya "Semalam di Madura" yang dilaksanakan di Monumen Arek Lancor Pamekasan. Pertunjukan yang mengusung tema "Kemilau Madura" ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Madura dan di buka langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi.

Pertunjukan Semalam di Madura menampilkan kesenian serta budaya yang ada di Madura sebagai salah satu bagian wujud pelestarian dari budaya bangsa Indonesia. Selain itu juga ditampilkan expo produk serta program kerja yang dimiliki oleh dinas-dinas yang ada di Kab. Pamekasan.


Dalam pagelaran tersebut turut hadir ketua LDII PAC Bugih Moh. Amin yang menyempatkan waktunya untuk menjalin silaturahim dengan Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi. Beliau menyampaikan kesiapan LDII untuk terus mendukung dan mensukseskan program kerja pemerintah daerah yang ada di Kab. Pamekasan. (irsyad)

18 Oktober 2018

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan Laporkan Hasil Rakernas Ke Bupati Kab. Pamekasan


Jajaran pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan melakukan kunjungan ke kediaman Bupati Pamekasan yang terletak di Jalan Kabupaten pada Senin, 15 Oktober 2018. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim kepada bupati terpilih Kab. Pamekasan yang baru H. Baddrut Tamam, S.Psi sekaligus melaporkan hasil dari Rakernas LDII yang telah dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2018 di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dalam kunjungannya pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan diwakili oleh Ketua DPD LDII Kab. Pamekasan H. Setyo Budi Winarno, S.Pd., MM., M.Pd, Dewan Penasihat DPD LDII Kab. Pamekasan H. Sunarto Sabata dan Sekretaris DPD LDII Kab. Pamekasan Rofik Sutami Yunus, S.Pd. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi di kediamannya.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan melaporkan bahwa dalam Rakernas LDII tahun 2018 telah menghasilkan 8 gagasan program kerja yang akan dilaksanakan oleh LDII kedepannya dalam rangka ikut membantu pemerintah. Meliputi wawasan kebangsaan, prinsip dakwah dan akhlak bangsa, pendidikan karakter, pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, pengembangan pengobatan herbal, pemanfaat teknologi digital produktif serta pemanfaatan energi terbarukan. Beberapa aspek gagasan tersebut juga sudah lebih dahulu dikembangkan, seperti pemanfaatan teknologi sollar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya yang telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pondok-pondok binaan LDII. Dalam Rakernas LDII tahun 2018 juga dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto yang ikut memberi pembekalan serta arahan kepada seluruh perwakilan pengurus LDII yang hadir.


Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi menyambut positif kunjungan pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan ini. Beliau juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu secara langsung dengan seluruh jajaran pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan. Kedepannya beliau berencana mengajak ormas-ormas islam seperti LDII, NU dan Muhammadiyah dapat duduk bersama dalam sebuah forum untuk membahas isu strategis khususnya yang ada di Kab. Pamekasan. Sehingga bisa terjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara Pemkab dan masyarakat.

Pengurus DPD LDII Kab. Pamekasan juga mengucapkan selamat atas terpilihnya H. Baddrut Tamam, S.Psi sebagai Bupati Kab. Pamekasan yang baru periode 2018 - 2023. Sekaligus mendoakan semoga beliau dapat membawa Kab. Pamekasan menjadi semakin maju dalam segala bidang dan sejahtera. (irsyad)

12 Oktober 2018

Sambangi Ponpes Minhaajurrosyidiin, Prabowo Puji Program Kerja yang Dimiliki Oleh LDII


Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin pada tanggal 11 Oktober 2018. Kehadiran mantan Danjen Kopassus tersebut adalah untuk memberikan pembekalan dan arahan dalam kegiatan Rakernas LDII tahun 2018.

Prabowo Subianto yang hadir dengan setelan kemeja putih dan peci hitam tersebut langsung disambut dengan hangat oleh ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. Prabowo beserta rombongan langsung diajak menuju pameran atau expo untuk melihat hasil produk dan olahan yang telah dihasilkan oleh UMKM binaan LDII. Tak hanya melihat, namun Prabowo langsung di suguhi dan mencicipi berbagai macam produk yang di pamerkan. Selanjutnya Prabowo beranjak memasuki area Rakernas LDII untuk memberikan materi pengarahan kepada seluruh pengurus perwakilan yang telah hadir.


Dalam sambutannya, ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc mengatakan bahwa LDII telah tersebar di 34 provinsi dan 514 DPD kabupaten/kota. Jumlah pesantren binaan LDII sejumlah DPD kabupaten/kota. Para dai LDII berdakwah hingga ke Australia, Asia, Eropa, hingga Kongo. Ia berharap para peserta yang berjumlah 1.500 orang ini bisa mendengar pemaparan Prabowo, mengenai tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus solusi.

Dalam pemaparannya, Prabowo menukil buku yang ia tulis Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. Ia menyebut kekayaan alam tak bisa menyejahterakan rakyat, karena elit politik lebih mementingkan kepentingannya sendiri, di atas kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan rakyat. “Seluruh mineral yang ada untuk mendukung Indonesia sebagai negara industri terdepan, namun semua bahan-bahan itu justru diekspor. Orang-orang hebat di Indonesia tak dimanfaatkan kemampuannya sehingga negara ini rugi. Kita terus hidup dari utang dan elit politik menyatakan hal itu biasa,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh LDII, mulai dari sektor ekonomi hingga penerapan teknologi dalam fasilitas yang dimiliki oleh LDII. "Saya sangat terkesan dan berbesar hati, karena ada organisasi besar keagamaan tetapi punya program-program punya temuan temuan dan kegiatan yang sebenarnya menjawab masalah dan tantangan bangsa kita," ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan ini Prabowo menerima hadiah cinderamata berupa dua buku terbitan LDII berjudul "Pedoman Ibadah Jilid 1 dan 2" yang diberikan langsung oleh ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. (irsyad)

10 Oktober 2018

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Buka Rakernas LDII Tahun 2018 di Ponpes Minhaajurrosyidiin


Presiden Ir. H. Joko Widodo membuka rapat kerja nasional (Rakernas) LDII yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2018 bertempat di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya Presiden Ir. H. Joko Widodo juga di dampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn.) Moeldoko.

Presiden Ir. H. Joko Widodo tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.00, yang kemudian langsung disambut meriah oleh ratusan santri pondok yang telah berbaris sambil membawa bendera merah putih dan kemudian disuguhkan pertunjukan seni pencak silat dari Persinas ASAD.

Dalam sambutannya ketua umum DPP LDII Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc mengatakan bahwa dalam Rakernas LDII 2018 ini mengusung tema "LDII untuk Bangsa", dimana LDII berkomitmen untuk dapat berperan aktif dalam membantu pemerintah menjalankan program yang ada. Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc melaporkan bahwa Rakernas LDII 2018 ini dihadiri sebanyak 1.500 pengurus LDII dari seluruh Indonesia, berasal dari seluruh tingkatan organisasi. Kehadiran jajaran pengurus organisasi LDII tersebut bertujuan untuk mendapatkan pengarahan secara langsung dari Presiden RI. Sehingga pengarahan dari Presiden Ir. H. Joko Widodo tersebut dapat digunakan oleh peserta Rakernas untuk menyusun program-program LDII kedepannya.

Usai menyampaikan  sambutannya Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc kemudian menyerahkan cinderamata berupa dua buah buku yang diterbitkan oleh LDII yang berjudul "Buku Pedoman Ibadah Jilid 1 dan Jilid 2".

Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dengan populasi penduduk lebih dari 260 juta jiwa yang tersebar di 17.504 pulau, memiliki 514 kabupaten/kota dan 34 provisi. Indonesia juga di anugerahi oleh Allah sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, serta memiliki banyak keberagaman baik dari budaya, suku serta agama yang ada di dalamnya. Presiden Ir. H. Joko Widodo juga mengingatkan untuk selalu mewaspadai terkait penyebaran berita bohong / hoax yang sering beredar karena dapat meresahkan dan memecah belah masyarakat. Dalam era sekarang ini keterbukaan informasi sudah sangat mudah di akses oleh masyarakat untuk mendapatkan berita yang benar. Dengan mengusung tema "LDII untuk Bangsa" menurut Presiden Ir. H. Joko Widodo sudah tepat, dimana yang seharusnya dikembangkan adalah program dan ide positif untuk pembangunan bangsa. Presiden Ir. H. Joko Widodo mengatakan dalam kegiatan rutin kunjungannya ke daerah-daerah sering melihat patok penanda tempat kegiatan-kegiatan LDII, itu menunjukan bahwa warga LDII sudah sangat banyak dan tersebar dimana-mana. Dalam perkembangan teknologi LDII juga menjadi pelopor, seperti penggunaan panel listrik tenaga surya dan mikro hidro yang sudah dikembangkan di pondok-pondok pesantren binaan LDII. LDII juga terus berperan aktif dalam pembinaan pengembangan digital ekonomi syariah.

Dengan terselenggaranya Rakernas LDII tahun 2018 ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan serta program kerja positif yang dapat digunakan sebagai rekomendasi kepada pemerintah dalam pembangunan bangsa. Serta dapat dilaksanakan oleh seluruh warga LDII yang tersebar diseluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia.

Pewarta : Abdillah Irsyad El Nur

05 Oktober 2018

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia Ke-73 : Bersama Rakyat, TNI Kuat


Hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Tanggal ini memiliki sejarah panjang di awal masa kemerdekaan.

Sebelum kemerdekaan, ada nama KNIL dan juga Pembela Tanah Air (PETA). KNIL merupakan tentara kerajaan Hindia-Belanda yang dibentuk ketika Perang Diponegoro berlangsung. Sementara PETA dibentuk pemerintahan Jepang yang dibentuk untuk melawan tentara sekutu pada tahun 1943.

Pada 14 Februari 1945, Komandan Pleton (Sodancho) PETA Supriyadi (Soeprijadi) memimpin pemberontakan untuk melawan tentara Jepang di Blitar. Supriyadi sempat meminta pendapat Sukarno sebelum melakukan pemberontakan.

Sukarno kala itu merupakan pemimpin dari Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun waktu itu Sukarno meminta Supriyadi dkk untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi. Tetapi Supriyadi tetap memimpin pemberontakan yang berujung pada penangkapan sejumlah pimpinan PETA oleh tentara Jepang.

Supriyadi menghilang setelah pemberontakan itu. Hingga kini nasib Supriyadi masih menjadi misteri.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945. Setelah itu secara bertahap dibentuklah BKR Darat, BKR Laut, dan BKR Udara.

BKR memiliki kepengurusan di pusat dan sejumlah daerah. Tetapi ada pula daerah yang menolak dibentuk BKR dan akhirnya membuat lembaga serupa dengan penamaan sendiri. 

Akhirnya pada 5 Oktober 1945, Maklumat Pemerintah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang juga memasukkan para mantan anggota PETA. BKR Darat, Laut, dan Udara secara bertahap juga menyesuaikan penamannya.

Nama TKR sempat diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Tetapi kemudian mengalami perubahan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada tahun 1946.

Presiden Sukarno kemudian mengubah lagi nama TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947. TNI merupakan gabungan dari TRI dan tentara elemen-elemen rakyat lainnya. 

Jenderal Soedirman kemudian ditunjuk menjadi Panglima Besar pertama TNI. Meski nama TNI baru diberikan pada tanggal 3 Juni 1947, namun hari lahir kesatuan tersebut tetap diperingati setiap 5 Oktober.

Salah satu kalimat wejangan Jenderal Sudirman adalah, Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh.
Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga. (Jendral Sudirman, Jogjakarta, 12 Nopember 1945).

Dirgahayu TNI,
Bersama Rakyat, TNI Kuat


#DirgahayuTNI
#HUTTNI73
#LDII 
#LembagaDakwahIslamIndonesia
#ProfesionalReligius
#JelangRakernasLDII2018
#RakernasLDII2018